Halo, pejuang beasiswa Saudi. Sering mendengar selentingan atau mitos soal pendaftaran kuliah di Arab Saudi? Hati-hati, jangan sampai salah informasi membuatmu insecure dan ragu untuk daftar.
Biar tidak ada lagi keraguan, mari kita bongkar fakta sebenarnya dari 5 mitos yang paling sering beredar di kalangan calon pendaftar beasiswa Saudi.
1. Mitos: Kuliah di Saudi Cuma Belajar Agama
Fakta: False.
Banyak yang mengira kuliah di Arab Saudi pasti hanya masuk fakultas syariah, ushuluddin, atau jurusan keislaman. Padahal, kampus-kampus di Saudi juga membuka banyak jurusan umum untuk mahasiswa internasional.
Pilihan bidangnya luas, mulai dari teknik, ilmu komputer, kedokteran, bisnis, manajemen, sains, sampai bidang sosial. Jadi, kalau passion kamu ada di bidang teknologi, sains, kesehatan, atau manajemen, peluang kuliah di Saudi tetap terbuka.
2. Mitos: Membuat SKCK Harus ke Mabes Polri
Fakta: False.
Kamu tidak harus datang jauh-jauh ke Mabes Polri di Jakarta. Untuk kebutuhan pendaftaran, SKCK dari tingkat Polres di daerah atau domisili biasanya sudah cukup dan dapat digunakan.
Catatan penting: Saat membuat SKCK, pastikan kolom keperluannya ditulis jelas, misalnya Untuk Melanjutkan Pendidikan ke Arab Saudi.
3. Mitos: Semua Berkas Harus Apostille Sejak Awal
Fakta: False.
Banyak calon pendaftar maju mundur karena takut biaya legalisasi dan apostille dokumen yang mahal. Faktanya, untuk tahap awal pendaftaran online, kamu umumnya tidak perlu melakukan apostille atau legalisasi ke Kemenkumham dan Kemenlu.
Pada tahap awal, kamu cukup menyiapkan scan dokumen asli berwarna beserta hasil terjemahan resmi ke dalam bahasa Arab atau Inggris sesuai kebutuhan. Apostille biasanya baru diminta pada tahap lanjutan jika kamu sudah dinyatakan diterima secara resmi.
4. Mitos: Pengumuman Penerimaan Bisa Bertahun-Tahun
Fakta: False.
Dulu, proses menunggu pengumuman memang bisa terasa sangat lama. Namun, sistem penerimaan kampus di Arab Saudi semakin terpusat dan lebih cepat melalui portal Study in Saudi.
Dalam beberapa periode terbaru, proses dari masa pendaftaran sampai pengumuman penerimaan atau qubul dapat berlangsung sekitar 3 bulan. Tetap perlu sabar dan memantau portal secara berkala, tetapi tidak perlu langsung menganggap prosesnya akan menggantung bertahun-tahun.
5. Mitos: Hanya Lulusan Pondok Pesantren yang Bisa Diterima
Fakta: False.
Ini salah satu mitos yang sering membuat lulusan SMA, SMK, atau sekolah umum merasa insecure lebih dulu. Faktanya, kampus Saudi terbuka untuk berbagai latar belakang pendidikan.
Pendaftar dari SMA, SMK, madrasah, pesantren, atau jalur pendidikan lain tetap memiliki peluang. Kampus akan melihat kelengkapan berkas, nilai akademik, kecocokan dokumen, kualitas terjemahan, dan standar masing-masing universitas. Setelah ikhtiar maksimal, tentu hasil akhirnya tetap dengan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sudah Siap Jadi Mahasiswa Saudi?
Jangan biarkan mitos dan omongan orang menghambat mimpimu. Selama jalurnya semakin terbuka, mulailah menyiapkan berkas pendaftaran dari sekarang: paspor, ijazah, transkrip, SKCK, terjemahan tersumpah, surat rekomendasi, CV, dan dokumen pendukung lain.
Kalau kamu masih bingung mengurus terjemahan tersumpah atau cara daftar online melalui Study in Saudi, cari pendampingan dari pihak yang memahami alurnya agar prosesmu lebih rapi dan tidak salah langkah.
Bermanfaat? Simpan artikel ini dan bagikan ke teman-teman seperjuangan agar semakin banyak calon pendaftar yang paham fakta beasiswa Saudi dan tidak terhambat mitos.
Penulis: Azka Afif, Kadiv. Marketing SEE 26, Mahasiswa Northern Border University, KSA.
Sumber/dokumen asli: MERAIH BEASISWA SAUDI BERSAMA SAUDI EXPO